Thursday, August 3, 2017

#DiaryDarrell - Kisah Di Balik Minggu Pertama dan Kedua Darrell Masuk SD



Assalamu'alaikum :)

Well, tulisan ini aslinya di buat 2 minggu lalu, tapi lama ngendon di draft gegara kesibukan mengurus Darrell yang baru masuk SD ^______^


Bulan Juli adalah bulan yang paling di tunggu - tunggu oleh anak sekolah.
Karena bulan Juli adalah bulan pertama tahun ajaran sekolah baru.
Dan Alhamdulillah, tahun ini saya akhirnya menjadi salah satu emak - emak rempong karena anak ganteng kami yang bermata bunda itu telah cukup usia untuk masuk SD.

Darrell masuk SD di usianya 6 tahun 8 bulan, dan saya rasa usia demikian adalah usia yang sangat pas untuk masuk SD, saya sendiri dulu masuk SD di usia 5 tahun, namun karena banyaknya peraturan sekarang yang mana menekankan usia cukup untuk masuk SD, jadilah kebanyakan SD hanya menerima anak usia minimal 6 tahun atau bahkan minimal 7 tahun.

Dan akhirnya, setelah drama pendaftaran masuk SD Darrell yang telah kami jalani sejak beberapa bulan lalu.
Baca :  #DiaryDarrell - Dari Biaya dan Test Masuk SDI Raudlatul Jannah Yang Penuh Drama
Senin lalu tepatnya tanggal 17 Juli 2017, Darrell akhirnya pertama kalinya masuk SD di SDI Raudlatul Jannah.

Pusing biaya hidup meningkat? Kerja dari rumah saja, caranya KLIK DI SINI
Di hari Sabtu sebelumnya yaitu tanggal 15 Juli, saya dan papi mengikuti Orientasi Wali Murid Baru di Hotel Utami, Juanda.
Dari situ kami kemudian di beri jadwal kegiatan sekolah Darrell selama seminggu.
Dan syukur Alhamdulillah kami juga mendapatkan undangan menghadiri First Day School di sekolah Darrell, dan jadilah saya ikut mendampingi Darrell di hari pertama sekolahnya.

Darrell begitu semangat berangkat sekolah, sejak hari Minggu dia sudah menyiapkan semua keperluannya (well, tepatnya maminya sih yang ribet siapin ini itu, bungkusin semua bukunya, beri nametag pada semua barangnya karena harus di simpan di loker sekolah). Lalu malamnya pun dia langsung tidur cepat setelah makan malam agar bisa bangun Subuh.
Daaan keesokan harinya, Alhamdulillah dia mau bangun subuh tanpa drama berlebihan, langsung mandi dan sholat Subuh (Alhamdulillah, ini pertama kalinya dia sholat Subuh hahaha)
Setelah itu langsung sarapan, dan tepat pukul 06.00 kami pun berangkat di antar papi ke sekolah Darrell.

Sampai di sekolah sekitar pukul 06.30, masih sepi. Saya lalu mengajak Darrell mencari ruangan kelasnya yang sebelumnya telah terdaftar di kelas 1G.
Ternyata ruangan kelasnya ada di lantai 2, kami lalu bergegas di lantai 2 sambil agak kagok di tangga karena di sekolah tersebut alur naik berada di sebelah kanan, berlawanan dengan yang biasa ada di Indonesia yaitu di sebelah kiri hehehe.

Hari pertama sekolah di isi dengan perkenalan antar murid baru dengan wali kelas masing - masing. Alhamdulillah Darrell mendapatkan wali kelas yang atraktif banget, beliau di panggil miss Vivin, plus mitra kelasnya Ustadzah Evi.
Dalam sekelas ada sekitar 31 murid, oleh karena itu langsung di tangani 2 orang guru (wali kelas dan mitra kelas)

Setelah mengantar Darrell ke kelasnya, mengajarkan menyimpan semua barang - barangnya seperti buku tulis, pensil, crayon, peralatan sholat dll di lokernya, saya beserta ortu murid lainnya di minta berkumpul di lapangan sekolah.
Ternyata kami di beri pengarahan lagi seperti yang telah diberikan saat Orientasi Wali Murid Baru sebelumnya.
Mungkin melihat ada banyak ortu yang tidak bisa hadir saat itu, maka di ganti di hari pertama sekolah agar semua ortu tahu dan sepakat dengan peraturan sekolah.

Ada beberapa kisah sendu di saat itu, saat melihat beberapa anak yang tidak bisa di tungguin oleh ortunya karena kedua ortunya harus bekerja.
Ada pula yang terpaksa meminta ibunya (nenek sang anak) yang sudah tua renta bahkan untuk jalanpun harus di tuntun, untuk menemani sang anak.
Saya jadi merasa jadi ibu yang paling beruntung sedunia, tak henti saya mengucap syukur, Alhamdulillah... saya bisa memilih untuk bisa mendampingi anak di saat - saat khususnya seperti ini, tanpa harus galau karena izin dari kerjaan ataupun galau harus 'merepotkan' orang tua yang sudah uzur demi anak kita.

Balik ke cerita awal...

Untuk minggu pertama sekolah, Darrell dan teman - temannya pulang lebih pagi, sekitar pukul 10.00 sudah pulang, jadi euforia kelelahan belum terasa.
Terlebih di minggu pertama sekolah, mereka belum belajar sepenuhnya, setiap hari di isi dengan pengenalan - pengenalan pelajaran saja.

Sampai akhirnya minggu pertama berlalu dengan kemajuan positif yang pesat dari Darrell.
Alhamdulillah, sejak minggu pertama sekolah Darrell tidak pernah putus sholat 5 waktu, bahkan sampai Sabtu dan Minggu dia tidak melewati sholat Subuh meski tidurnya sedikit mundur di pukul 22.00
Suatu hal yang tidak akan pernah lupa saya syukuri, karena selama ini begitu sulit mengatur pola hidup si Darrell khususnya di bagian pola tidur malam hehehe..

Di minggu kedua, barulah tantangan yang nyata terlihat.
Di hari pertama dia harus pulang pukul 14.00, berangkatnya tetap di pukul 06.00 di antar oleh papi.
Pulangnya sampai rumah sekitar pukul 14.30 di jemput oleh papi juga.

Sesampainya di rumah, terlihat banget bagaimana lemas dan capeknya dia.
Di tambah cuaca yang memang sedang panas - panasnya, saya jadi sedikit khawatir takut dia drop, namun ternyata Alhamdulillah Darrell kuat.

Di hari pertama, capeknya lebih double lagi, karena di hari Minggu Darrell lupa mengerjakan PR Kumon, sedang di hari Senin ada jadwal les kumon, jadilah sambil sedikit rewel dia terpaksa mengerjakan PRnya dengan lemas.
Setelah itu dia berangkat les kumon.

Sedih banget sebenarnya melihat Darrell kecapekan, tapi saya sengaja gak mau memperlihatkan di depannya dan terus memberi semangat.
Beruntung hari itu lesnya cuman sebentar, setelah pulang mandi, sholat Magrib, makan malam, belajar sebentar bersama saya, lalu gosok gigi, sholat Isha dan akhirnya Darrell tertidur pulas di pukul 19.00
*_______*

Di hari kedua, Alhamdulillah Darrell sudah mulai adaptasi, dan untuk menjaga semua sesuai jadwal, saya lebih tegas lagi mengontrol waktu - waktunya agar tidak ada yang kebablasan dan merusak jadwal istrahatnya.

Dan Alhamdulillah, sampai hari ini semua masih berjalan terkendali.
Berikut jadwal harian weekday Darrell :
Bangun di pukul 04.30, langsung mandi, sholat Subuh lalu sarapan bareng papi.
Setelah itu ganti pakaian seragam, lalu cek lagi kelengkapan yang harus di bawa ke sekolah, termasuk tugas, kotak bekal untuk cemilan di istrahat pagi plus botol air minum.
Semua harus beres di pukul 05.45
Pukul 06.00 Darrell siap berangkat (mulai minggu ini sudah memakai jasa antar jemput yang di jemput pukul 06.05)

Siangnya sampai rumah pukul 14.35
Langsung ganti baju, rapikan semua pakaian bekasnya lalu keluarkan semua isi tas dan di rapikan di tempatnya.
Setelah itu boleh istrahat sejenak sambil ngemil dan menunggu waktu adzan Ashar.
Pukul 15.00 sholat Ashar setelah itu lanjut ngaji di rumah di ajarin maminya.
Lalu kerjakan PR Kumon, atau jika jadwal les kumon langsung berangkat les.
Pukul 16.00 waktunya main keluar rumah, biasanya Darrell suka bersepeda ke rumah temannya, atau sekadar ke lapangan dekat rumah untuk bermain bersama anak - anak lainnya.
Pukul 17.00 waktunya mandi, lalu sholat Magrib lanjut makan malam.
Setelah makan, lanjut belajar bersama mami, mengerjakan materi buat keesokan harinya (Asyiknya, di sekolah Darrell tiap Jumat di bagikan Weekly Plan, jadi tiap hari sudah di beritahu, besok akan belajar materi di buku hand out halaman berapa?)
Dari jadwal weekly plan tersebut, saya membuatkan soal di buku tulis biasa agar bisa di jawab Darrell, sehingga keesokan harinya dia lebih mudah menerima pelajaran dan menjawab soal - soal yang di berikan oleh Miss dan Ustadzahnya.
Setelah selesai belajar, Darrell gosok gigi lalu sholat Isha dan langsung tidur di maksimal pukul 20.00

Begitu saja terus jadwal yang selalu harus saya kontrol setiap weekday.
Sejujurnya lumayan melelahkan hidup dengan jadwal seperti itu, jangankan untuk anak usia 6 tahun, saya aja yang mau gak mau harus ikutin jadwal tersebut, kelelahan hingga mudah ngantuk.

Tapi, membiasakan yang baik sejak dini itu penting, agar saat dewasa nanti dia gak kagok dan di kejar - kejar waktu.

Selain pola hidupnya jadi lebih baik, dan sholat lima waktunya jadi terjaga, selama weekday juga Darrell benar - benar bebas TV dan gadget.
TV bahkan benar - benar gak pernah nyala selama Senin - Jumat, meskipun Darrell di sekolah, saya males banget untuk nonton TV (mending tidur) hahaha

Nantilah di hari Sabtu dan Minggu, baru Darrell bisa menonton TV atau memainkan gadget.
Alhasil, dia kadang kesal kalau kami ada jadwal keluar rumah di Sabtu atau Minggu, karena itu berarti dia gak bisa nonton TV atau main gadget hahaha..

Oh ya, selain hal baik terjadi pada Darrell, saya juga kena imbas hal - hal baik tersebut.
Sejak seminggu sebelum Darrell masuk SD, saya mulai memaksakan diri untuk kuat masuk dapur, kuat masak dan mengurus rumah.
Sebelumnya sejak hamil, semua di urusin oleh papi, kasian kinerja papi langsung turun drastis karena sering telat berangkat kerja dan harus sering pulang menyiapkan makan untuk saya yang tepar karena mabuk berat (hyperemesis)

Mengingat Darrell harus bangun pagi agar tidak telat setelah SD, saya lalu memaksakan diri untuk mulai mengambil alih semua kerjaan rumah.
Awal - awalnya terasa sangat beraaat banget, dari masak sambil mual hingga muntah (sampai sekarang sih, hiks *______* )
Sampai perut terasa kram lalu deg - degan takut pendarahan (maklum terkena plasenta previa)

Tapi Alhamdulillah, lama - lama terbiasa meski tetap harus pakai perasaan.
Beruntung Darrell sekolahnya pulang siang, jadi meskipun saya harus bangun pukul 3.30 untuk menyiapkan sarapan dan bekalnya, setelah Darrell dan papi berangkat, saya bisa tidur lagi dengan pulasnya hahaha.

Berkat hidup teratur Darrell, saya juga jadi ikutan teratur pola hidupnya.
Sudah jarang saya melewatkan adzan begitu saja, setiap adzan terdengar langsung menuju kran untuk wudhu karena harus mencontohkan pada Darrell agar sholat tepat waktu.
Bahkan Alhamdulillah saya jadi doyan ngaji (awalnya cuman pengen aja, lama - lama menikmati, karena si dede jadi anteng banget di dalam perut saat dengar saya ngaji)

Semoga saya tetap istiqomah mengajarkan dan mencontohkan kedisiplinan pada Darrell, hingga Darrell bisa tumbuh menjadi anak yang disiplin dan sadar akan pentingnya waktu, aamiin

Nah, mami / mom / mam / bunda / ibu lainnya punya kisah seru apa nih saat anak mulai masuk SD?
Share yuk!

Semoga bermanfaat

TPJ, 04 Agustus 2017

Reyne Raea

No comments:

Post a Comment